Banjir datang, membawa puluhan rumah dalam sekejap.
Rumah keluarga Warno roboh, sawah kering tak bisa ditanami. Tiga bulan mencari kerja serabutan di kota, anak-anak sempat putus sekolah. "Kalau tidak ada yang bantu, kami tidak tahu mulai dari mana," ujarnya.
Satu klik dari seseorang yang tidak pernah mereka kenal.
Malam itu, seorang donor di Batam membuka Klikbaik, melihat campaign pemulihan banjir, dan berdonasi Rp 250.000 โ diikuti 1.847 orang lain dalam 3 pekan. Semua tercatat, semua bisa dipantau.
Sawah menghijau, dan nama anak-anak kembali terdaftar sekolah.
Bantuan modal benih, perbaikan rumah, dan biaya sekolah tersalurkan bertahap โ dengan laporan penyaluran yang bisa dilihat siapa pun. Hari ini, panen pertama keluarga Warno jadi nyata.
Yang dulu menerima, kini ikut menyalurkan.
Keluarga Warno mendaftar jadi relawan Klikbaik โ membantu pemetaan keluarga prasejahtera di desanya. Inilah tujuan akhirnya: kebaikan yang berputar dan bertumbuh, dari satu klik menjadi gerakan.